Pasar penyedia layanan internet (ISP) sangat jenuh dengan berbagai penawaran. Namun, tidak semua ISP memiliki kapasitas dan infrastruktur yang memadai untuk melayani sektor B2B/Korporat.

Memilih ISP B2B berbeda dengan ISP rumahan. Korporasi membutuhkan kepastian routing, SLA yang mengikat, dukungan teknis reaktif, dan skalabilitas infrastruktur jangka panjang.

Berikut adalah beberapa parameter teknis dan non-teknis yang wajib Anda tanyakan sebelum menandatangani kontrak berlangganan internet korporat.

1. Kapasitas Backbone dan Redundansi ISP

Tanyakan pada calon ISP Anda: Berapa kapasitas total backbone jaringan mereka? Apakah mereka memiliki lebih dari satu jalur koneksi ke jaringan internasional (submarine cable)?

ISP yang baik memiliki sistem Multi-Homing (terkoneksi ke banyak jaringan Tier-1 dunia) sehingga jika satu kabel laut putus, jaringan mereka otomatis merouting trafik lewat jalur lain.

Parameter Evaluasi Standar Rumahan (B2C) Standar Korporat (B2B)
Dukungan Teknis (NOC) Jam Kerja / Sistem Antrean 24/7/365 Jalur Prioritas
Rasio Agregasi Bisa 1:32 atau lebih Strict 1:1 (Dedicated)
IP Public Static Opsional / Berbayar mahal Termasuk (Bisa Request /29 atau /28)

2. Pengelolaan BGP dan IP Public

Untuk perusahaan yang menghosting server sendiri, Anda membutuhkan IP Public statis. Pastikan ISP menyediakannya. Untuk skala lebih besar, tanyakan apakah ISP mendukung routing BGP (Border Gateway Protocol) dengan ASN mandiri Anda.

Dukungan BGP memungkinkan perusahaan Anda menjadi multihomed secara mandiri, memberikan tingkat kontrol arsitektur jaringan tertinggi yang diakui secara global.

3. Kualitas Account Manager dan Laporan Berkala

Selain faktor teknis, layanan purna jual sangat penting. ISP B2B yang baik menugaskan satu Dedicated Account Manager untuk merawat relasi dengan perusahaan Anda.

Mereka juga harus mampu menyediakan laporan performa jaringan (MRTG/Grafana) bulanan secara transparan. Dengan analisis parameter ini, Anda memastikan kelancaran nadi bisnis perusahaan Anda.