Dalam menyediakan jaringan internet ke gedung perkantoran, ISP umumnya menggunakan dua media utama: kabel Fiber Optik (FO) dan tautan Wireless (Microwave/Radio). Masing-masing memiliki kelebihan.
Fiber Optik menjanjikan bandwidth tak terbatas dengan keandalan maksimal, sementara Wireless menawarkan kecepatan instalasi dan ketahanan terhadap gangguan fisik di darat.
Banyak perusahaan Enterprise bahkan menggunakan keduanya secara bersamaan: Fiber Optik sebagai jalur utama (Main Link) dan Wireless sebagai jalur cadangan (Backup Link).
1. Keunggulan Fiber Optik
FO mentransmisikan data menggunakan cahaya melalui kaca fleksibel. Karena menggunakan cahaya, ia kebal terhadap interferensi elektromagnetik dan cuaca ekstrem.
Kapasitas FO secara teori sangat besar. Upgrade dari 100 Mbps ke 1 Gbps biasanya hanya membutuhkan perubahan konfigurasi di sisi ISP tanpa perlu mengganti kabel.
| Kriteria | Fiber Optik | Wireless Microwave |
|---|---|---|
| Kecepatan Maksimal | Sangat Tinggi (Multi Gbps) | Tinggi (Hingga 1-2 Gbps) |
| Ketahanan Cuaca | Sangat Baik | Rentan Hujan Lebat (Rain Fade) |
| Waktu Instalasi | Lambat (Butuh penarikan kabel/izin) | Sangat Cepat (1-2 hari) |
2. Kapan Harus Menggunakan Wireless?
Wireless Microwave sangat ideal untuk lokasi terpencil (remote area) atau kawasan industri baru di mana penarikan kabel FO terhambat oleh izin galian atau kontur tanah yang sulit.
Selain itu, untuk kebutuhan mendesak (event, proyek jangka pendek), radio point-to-point dapat dideploy dalam hitungan hari tanpa harus menunggu perizinan utilitas berbulan-bulan.
3. Membangun Redundansi Penuh
Kelemahan FO adalah rentan terputus akibat galian ekskavator proyek pihak ketiga (FO Cut). Jika ini terjadi, perbaikan bisa memakan waktu berjam-jam hingga harian.
Itulah mengapa arsitektur jaringan terbaik adalah memadukan keduanya. Jika kabel fiber terputus, router secara otomatis mengalihkan koneksi ke jalur wireless, memastikan bisnis tetap berjalan tanpa gangguan.