Salah satu pertanyaan paling umum dari manajemen IT adalah: “Berapa Mbps sebenarnya bandwidth yang kita butuhkan untuk 50 karyawan?” Jawabannya bergantung pada perilaku pengguna.
Secara umum, mengirim email atau browsing ringan hampir tidak memakan bandwidth. Namun, tren bekerja berbasis cloud (Google Workspace, Office 365) telah mengubah perhitungan ini secara drastis.
Panggilan video berkualitas HD dan sinkronisasi file masif ke cloud adalah konsumen bandwidth terbesar di kantor modern saat ini.
1. Menghitung Kebutuhan Bandwidth per Karyawan
Sebagai aturan praktis (rule of thumb), pengguna internet ringan membutuhkan sekitar 1-2 Mbps per orang. Pengguna sedang (sering akses cloud/video SD) membutuhkan 3-5 Mbps per orang.
Pengguna berat (desainer grafis, editor video, analis data) yang sering memindahkan aset gigabyte ke server cloud membutuhkan alokasi 10-20 Mbps per orang secara terdedikasi.
| Ukuran Tim | Penggunaan Standar (Email/Web) | Penggunaan Berat (Cloud/Video) |
|---|---|---|
| 10 – 20 Karyawan | 20 – 50 Mbps | 100 Mbps Dedicated |
| 50 – 100 Karyawan | 100 – 200 Mbps | 300 – 500 Mbps Dedicated |
| > 200 Karyawan | Min. 500 Mbps | 1 Gbps+ Dedicated |
2. Pentingnya Bandwidth Manajemen
Membeli bandwidth besar tidak akan efektif jika tidak diatur. Satu karyawan yang melakukan update OS smartphone bisa menghabiskan seluruh alokasi jaringan jika tidak dilimit.
Implementasikan sistem limitasi per-user atau per-divisi. Prioritaskan trafik aplikasi ERP dan CRM agar tidak terganggu oleh trafik sosial media atau streaming hiburan.
3. Evaluasi Berkala Kapasitas Jaringan
Bisnis selalu berkembang. Lakukan evaluasi utilitas jaringan setiap 6 bulan menggunakan tool monitoring (seperti PRTG atau Cacti).
Jika grafik penggunaan sering mencapai puncaknya (bottleneck) pada jam kerja normal, itu pertanda pasti bahwa sudah saatnya Anda menghubungi ISP untuk melakukan upgrade kapasitas.